“ Membangun Masyarakat Kertasada yang Sehat, Sejahtera, Gerak Cepat dan Selalu Tanggap untuk mewujudkan Keadilan dan Kemakmuran Desa Kertasada ”
1. Mewujudkan dan mengembangkan kegiatan keagamaan untuk menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Mewujudkan dan mendorong terjadinya usaha-usaha kerukunan antar dan intern warga masyarakat yang disebabkan karena adanya perbedaan agama, keyakinan, organisasi, dan lainnya dalam suasana saling menghargai dan menghormati.
3. Menata Pemerintahan Desa Kertasada yang kompak dan bertanggung jawab dalam mengemban amanat masyarakat.
4. Meningkatkan pelayanan masyarakat secara terpadu dan serius.
5. Menumbuh Kembangkan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani.
6. Menumbuhkembangkan usaha kecil dan menengah.
7. Mendorong majunya bidang pendidikan baik formal maupun informal yang mudah diakses dan dinikmati seluruh warga masyarakat tanpa terkecuali yang mampu menghasilkan insan intelektual, inovatif dan enterpreneur (wirausahawan).
Asal Usul Desa
Pada dasarnya sejarah terbentuknya Desa Kertasada secara pasti sampai saat ini tidak ada catatan sejarah yang resmi namun hanya ada suatu peninggalan Raja terdahulu yang tersisa yaitu sebuah Masjid yang bernama Masjid Ke JALA yang konon merupakan tempat persinggahan Raja apabila mau melakukan perjalanan lewat perairan yang melalui pelabuhan Boom di Desa Kertasada. Kini Masjid tersebut berubah nama menjadi Mushollah Al Ma’arif yang tetap aksis ditempati kegiatan seorang muballigh mengajari ngaji anak-anak disekitar lingkungan mushollah tersebut. Kata Kertasada konon berasal dari bahasa Jawa yaitu Kerto dan Sodo yang maknanya Kerto yaitu Raja dan Sodo yaitu Lidi. Makna keseluruhannya yaitu Raja Lidi dan menurut tutur pinisepuh Desa Kertasada dahulu Raja mempunyai senjata ampuh berupa sebuah Lidi/ Sodo yang dapat membunuh musuh apabila tersentuh Sodo tersebut.
Sejarah Pemerintahan Desa
Pemerintahan Desa Kertasada merupakan satu pemerintahan yang ada sejak jaman kerajaan. Sesuai dengan perkembangan keadaan dan kondisi masyarakat maka wilayah pemerintahan awalnya terdiri atas 3 dusun dan atas prakarsa mantan Kepala Desa Kertasada yang bernama AMIRUDIN warga masyarakat disebuah kampung dipindahkan ke suatu tempat bekas gudang garam pemerintahan Belanda yang akhirnya menjadi Kampung yang baru dan menjadi dusun Baru namanya yang sampai saat ini kampung tersebut hanya satu RT dan menjadi satu Dusun.
Dusun yang ada yaitu Dusun Boom dari bahasa Belanda yang artinya Pelabuhan, Dusun Baru karena baru, Dusun Kerkop karena ada kerkop atau Tempat Kuburan warga Cina dan Dusun Penatu karena di kampung tersebut tempat Binatu atau tukang cuci karena banyak warga yang menjadi tukang cuci. Jadi ada 4 Dusun dan cuma menjadi 8 RT.
Dari Data yang dapat dihimpun oleh Tim Desa maka didapat Daftar nama Kepala Desa Kertasada sebagai berikut :
| 1 | MURDIYA | Dari Tahun - |
|---|---|---|
| 2 | SULIMIN | Dari Tahun - |
| 3 | MASRAWI | Dari Tahun |
| 4 | AMIRUDDIN | Dari Tahun ---- s/d 1970 |
| 5 | MULAWI | Dari Tahun 1970 s/d 1986 |
| 6 | MASRIJO | Dari Tahun 1986 s/d 2003 |
| 7 | H. IMAM MUCHTAR | Dari Tahun 2003 s/d 2014 |
| 8 | DICKY CANDRA PERMANA, SE | Dari Tahun 2014 s/d 2017 |
| 9 | SABUWANG | Dari Tahun Dari Tahun 2019 s/d 2027 |